Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Sabtu, 22 Juni 2013

Apa yang Kita Lakukan Jika Masuk ke Mesjid dan Khatib Sedang Berkhutbah?

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya mau bertanya, manakah yang harus dilakukan oleh seseorang yang terlambat datang ke mesjid pada hari Jum’at: langsung duduk mendengar khutbah Jum’at ataukah melakukan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu? Mohon pencerahannya.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu wamaghfiratuh.

Apabila seseorang datang terlambat ke mesjid pada hari Jum’at dan ketika dia masuk ke dalam mesjid khatib sedang berkhutbah, maka yang sepatutnya dia lakukan terlebih dahulu adalah melaksanakan shalat sunat dua rakaat, barulah kemudian mendengarkan khutbah Jum'at. Dalilnya adalah hadits Jabir radhiallahu 'anhu, dia berkata:

دَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ، فَقَالَ: أَصَلَّيْتَ؟ قَالَ: لَا، قَالَ: قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Seorang lelaki masuk ke mesjid pada hari Jum'at dan Nabi صلى الله عليه وسلم sedang berkhutbah, Lalu Nabi berkata: “Apakah engkau telah shalat?” Lelaki itu menjawab: “Belum.” Nabi berkata: “Bangunlah, lalu laksanakan shalat dua rakaat!”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari (931) dan Muslim (875).

Adapun lelaki yang tersebut di dalam hadits di atas bernama Sulaik Al Ghathafani radhiallahu 'anhu, sebagaimana disebutkan di dalam riwayat Abu Daud nomor 1116.

وبالله التوفيق

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !