Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Senin, 13 Oktober 2014

Cara Mensyukuri Nikmat Allah Ta’ala

بسم الله الرحمن الرحيم

Bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita adalah suatu hal yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di banyak ayat. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah.” [QS Al Baqarah: 172]

Di dalam ayat yang lain, Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sabtu, 11 Oktober 2014

Adab-Adab Penghafal Al Qur`an

بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah pada tulisan pertama dan kedua kami telah menyampaikan adab-adab seorang pengajar dan pelajar Al Qur`an, maka pada tulisan kali ini, kami akan menyampaikan beberapa adab bagi seorang penghafal Al Qur`an. Adab-adab ini merupakan ringkasan dari kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur`an karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi rahimahullah dengan perubahan seperlunya yang tidak sampai mengubah makna yang diinginkan penulis, insya Allah.

Sebagian adab-adabnya telah disebutkan pada bab yang sebelum ini (pertama dan kedua). Di antara adab-adabnya yang lain adalah:

PERTAMA: Memiliki kepribadian yang mulia dan menjauhkan dirinya dari segala apa yang dilarang oleh Al Qur`an sebagai bentuk pemuliaan terhadapnya. Menjaga diri dari pekerjaan yang rendah, berjiwa mulia, menjauhi para pencari dunia yang bersikap angkuh dan kasar, rendah hati terhadap orang-orang shalih, orang-orang baik, dan kaum miskin, serta bersikap khusyuk dan tenang.

Adab-Adab Pelajar Al Qur`an

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada tulisan pertama, kami telah menyampaikan adab-adab seorang pengajar Al Qur`an. Pada tulisan kali ini, kami akan menyampaikan adab-adab bagi seorang pelajar Al Qur`an. Adab-adab ini merupakan ringkasan dari kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur`an karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi rahimahullah dengan perubahan seperlunya yang tidak sampai mengubah makna yang diinginkan penulis, insya Allah.

Seluruh adab-adab pengajar yang telah disebutkan juga merupakan adab-adab bagi pelajar. Di antara adab-adab pelajar lainnya adalah:

PERTAMA: Menjauhi hal-hal yang dapat menyibukkan dari pelajaran, kecuali perkara yang memang harus dilakukan karena kebutuhan.

Adab-Adab Pengajar Al Qur`an

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini adalah adab-adab bagi orang yang mengajarkan Al Qur`an secara ringkas. Tulisan ini kami ringkaskan dari kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur`an karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi rahimahullah dengan perubahan seperlunya yang tidak sampai mengubah makna yang diinginkan penulis, insya Allah.

Perhatian! Ada beberapa hadits dha’if yang disebutkan oleh Imam An Nawawi di dalam tulisan ini. Hadits-hadits dha’if ini tidak kami hapus dan tetap kami nukilkan semata-mata dalam rangka untuk mengetahui hujjah yang disampaikan oleh Imam An Nawawi untuk mendukung adab-adab yang beliau sebutkan. Demikian untuk diperhatikan.

Di antara adab-adab bagi seseorang yang menjadi pengajar Al Qur`an adalah sebagai berikut:

Selasa, 30 September 2014

Hukum Membuka Aib Suami atau Istri kepada Orang Lain

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustadz. Saya mau bertanya, bagaimana hukumnya jika seorang istri membuka atau mebicarakan aib suaminya kepada orang lain? Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Pada asalnya, tidak boleh bagi seseorang untuk membuka dan menyebarkan aib seorang muslim yang lain kepada orang lain. Jika dia melakukannya berarti dia telah terjatuh kepada dua penyelisihan. Yang pertama, dia telah melanggar perintah untuk menyembunyikan aib seorang muslim dan larangan untuk menyebarkannya tanpa ada keperluan yang mendesak. Yang kedua adalah larangan untuk membicarakan kejelekan seorang muslim (ghibah).

Sabtu, 27 September 2014

Hukum Memanjangkan Kuku

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Ustadz. Bagaimana hukumnya memelihara kuku sampai panjang, apakah makruh atau haram dan apa alasannya? Terima kasih.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullah.

Memotong kuku hukumnya adalah sunnah dan merupakan salah satu perkara fitrah di dalam Islam. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ): الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ