Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Jumat, 17 Februari 2012

Seputar Para Nabi (Bagian Kedua)

بسم الله الرحمن الرحيم

Ini adalah bagian kedua lanjutan dari tulisan pertama yang berkaitan dengan beberapa perihal kenabian.

1. Apakah tanda paling pertama yang menunjukkan dekatnya kedatangan hari kiamat?

Jawabannya: Hal pertama yang menunjukkan bahwa hari kiamat itu sudah dekat adalah peristiwa diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .

Dalilnya adalah hadits Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi kita Muhammad  صلى الله عليه وسلم  bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ

“(Jarak waktu antara) diutusnya saya dan hari kiamat adalah seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan dua jarinya (jari telunjuk dan tengah).” [HR Al Bukhari (6504) dan Muslim (2950)]

2. Apakah boleh kita beriman dengan sebagian nabi, tapi ingkar kepada sebagian nabi yang lain?

Jawabannya: Kita wajib untuk beriman kepada seluruh nabi tanpa kecuali. Barangsiapa yang mengingkari salah seorang nabi saja maka berarti dia telah mengingkari seluruh nabi

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ

“Rasul (Muhammad) dan kaum mukminin beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Setiap mereka beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. Kami tidaklah membeda-bedakan antara para rasul-Nya.” [QS Al Baqarah: 285]

Dalil lainnya adalah firman Allah ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا (150) أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan para rasul-Nya, yang berkehendak memisahkan antara Allah dan para rasul-Nya, yang berkata: ‘Kami beriman kepada sebagian rasul dan ingkar kepada yang sebagiannya, dan berkehendak untuk menjadikan jalan tengah antara hal tersebut (antara keimanan dan kekufuran), maka mereka itulah orang kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan bagi orang kafir suatu azab yang menghinakan.” [QS An Nisa`: 150-151]

والحمد لله رب العالمين

Sumber: Disadur dengan perubahan seperlunya dari kitab Al Mabadi`ul Mufidah karya Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri hafizhahullah.

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !