Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Minggu, 21 Juli 2013

Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Ustadz, bukankah Rasulullah صلى الله عليه وسلم melaksanakan shalat qiyamur ramadhan (shalat tarawih) di pertengahan malam, sebagaimana tersebut di dalam hadits kalimat “min jaufil lail”? Lantas kenapa sekarang dilaksanakan di sore hari ba'da Isya?

Jawaban:

Di dalam hadits Aisyah radhiallahu 'anha riwayat Al Bukhari (924) dan Muslim (761) disebutkan bahwa Rasul صلى الله عليه وسلم melaksanakan shalat tarawih pada pertengahan malam (jauf al lail).

Adapun pelaksanaannya yang pada masa sekarang kebanyakan dilakukan setelah shalat Isya insya Allah tidaklah mengapa, karena waktu setelah Isya sudah masuk waktu bolehnya dimulai shalat malam. Kemungkinan pertimbangannya sekarang ini dilakukan di setelah shalat Isya adalah agar semua kalangan masyarakat yang tidak mampu untuk terjaga di tengah malam dapat melaksanakan shalat tarawih di awal malam.

Shalat tarawih -dan shalat malam lainnya- boleh dilakukan pada awal malam, pertengahan malam, ataupun pada akhir malam. Semua pernah dilakukan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم . Dalilnya adalah hadits Aisyah radhiallahu 'anha, dia berkata:

من كل الليل قد أوتر رسول الله صلى الله عليه وسلم من أول الليل وأوسطه وآخره فانتهى وتره إلى السحر

"Pada setiap malam, Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah melakukan witir (shalat malam) pada awal malam, pertengahan malam, dan akhir malam. Lalu witirnya berakhir pada waktu sahur." [HR Muslim (745)]

Dalil lainnya bahwa shalat malam boleh dilakukan di awal malam adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

"Kekasihku (Nabi Muhammad) صلى الله عليه وسلم mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat di waktu dhuha, dan melakukan shalat witir sebelum aku tidur." [HR Al Bukhari (1981) dan Muslim (721)]

وبالله التوفيق

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !