Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Berkah Makan Sahur

بسم الله الرحمن الرحيم

Kebanyakan dari kita bangun sahur dengan terpaksa dan bukan atas dasar kesadaran. Maksud kami "terpaksa" adalah kebanyakan kita bangun sahur adalah karena alasan takut lapar di siang hari. Padahal bila kita mengkaji hikmah dari disyariatkannya sahur ini kita bisa mendapatkan berbagai kebaikan dari ibadah sahur ini.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makanlah sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” [HR Al Bukhari (1923) dan Muslim (1095)]

Di dalam hadits ini, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan bahwa di dalam makan sahur terdapat berkah atau kebaikan dan manfaat yang banyak. Berikut ini adalah sebagian dari keberkahan tersebut:

1.  Sahur merupakan bentuk ketaatan kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman di dalam Al Qur`anul Karim:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Makanlah dan minumlah kalian sampai tampak jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” [QS Al Baqarah: 187]

Di dalam ayat ini Allah ta’ala dengan jelas mensyariatkan sahur bagi orang-orang yang hendak melaksanakan puasa.

2. Makan sahur memberikan kekuatan tenaga bagi orang yang berpuasa untuk dapat melaksanakan berbagai aktifitasnya di siang hari saat dia sedang berpuasa.

3. Makan sahur bisa membuat seseorang untuk bangun malam lebih cepat karena dia membutuhkan cukup waktu untuk mempersiapkan makanan dan memakan makanan tersebut.

Dengan bangunnya dia lebih cepat pada waktu malam, maka dia sebenarnya berada pada waktu sepertiga malam akhir yang mana waktu itu merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan berkata: “Siapakah yang memanggil-Ku agar Aku jawab dia? Siapakah yang meminta kepada-Ku agar Aku berikan kepadanya? Siapakah yang meminta ampun kepada-Ku agar Aku ampuni dia?” [HR Al Bukhari (1145) dan Muslim (758) dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu]

4. Bangun sahur membuat seseorang lebih mudah melangkah ke mesjid untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

5. Makan sahur merupakan penyelisihan terhadap kaum Ahli Kitab. Di dalam agama mereka, makan sahur tidaklah disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam kitab-kitab mereka.

Kita, selaku umat Islam, diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk menyelisihi segala bentuk peribadatan dan amalan yang menjadi kekhususan mereka. Dalil atas perkara ini banyak terdapat di dalam Al Qur`an dan hadits-hadits nabawi.

6. Orang yang makan sahur mendapatkan doa dari para malaikat dan pengampunan dari Allah ‘azza wa jalla.

Dalilnya adalah hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَتَجَرَّعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Janganlah kalian tinggalkan ia (sahur) meskipun kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang melaksanakan sahur.” [HR Ahmad (11101). Hadits shahih]

Demikianlah beberapa kebaikan dan manfaat dari makan sahur, semoga menjadi motivasi bagi kita untuk tidak meninggalkan ibadah yang satu ini.

والحمد لله رب العالمين

Diringkas dari kitab Taudhihul Ahkam karangan Syekh Abdullah bin Abdirrahman Alu Bassam rahimahullah.

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !