Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Sabtu, 18 Februari 2012

Nama-Nama Allah Subhanahu wa Ta'ala

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah subhanahu wa ta’ala memiliki nama-nama yang bisa digunakan untuk memanggil-Nya ataupun untuk beribadah kepada-Nya. Dalil bahwasanya Allah ta’ala memiliki nama-nama adalah hadits Abu Hurairah radhialllahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لله تسعة وتسعون اسما من حفظها دخل الجنة

“Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa yang menghafalnya maka dia akan masuk ke dalam surga. Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) menyukai yang ganjil.” [HR Al Bukhari (6410) dan Muslim (2677)]

Perhatian: Jumlah nama yang sembilan puluh sembilan ini bukan berarti pembatasan bagi nama Allah, karena sesungguhnya nama Allah itu banyak jumlahnya dan kita tidak mampu untuk menghitungnya.

Dalil bahwasanya nama-nama Allah itu tidak terbatas dalam jumlah yang kita ketahui adalah hadits Nabi  صلى الله عليه وسلم :

لا أحصى ثناء عليك

“Aku tidak bisa menghitung segala puji-pujian atas-Mu.” [HR Muslim (486) dari Aisyah.]

Dalil lainnya, hadits Abdullah bin Mas’ud radhialllahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  bersabda:

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

“Saya memohon kepada-Mu dengan seluruh nama-Mu, baik yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan di ilmu ghaib yang ada pada-Mu.” [HR Ad Dainuri (1803). Sanadnya hasan.]

والحمد لله رب العالمين

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !