Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Senin, 10 Februari 2014

Zikir Setelah Shalat Fardhu

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini adalah sebagian bentuk zikir setelah shalat fardhu yang pernah diamalkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang kami ambil dari beberapa hadits yang shahih. Sumber riwayat dari masing-masing zikir kami sebutkan tepat di bawah lafazh zikir dan kami beri tanda kurung siku [ ] .

Ketika selesai salam, kita mengucapkan:

الله أَكْبَرُ

[HR Al Bukhari (842) dan Muslim (583) dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma.]
Mengucapkan istighfar (أَستَغْفِرُ اللهَ) sebanyak tiga kali, lalu membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

[HR Muslim (591) dari Tsauban radhiallahu ‘anhu.]

Nabi صلى الله عليه وسلم juga membaca zikir:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه،ُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

[HR Al Bukhari (844) dan Muslim (471) dari Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu.]

Bertasbih (سُبْحَانَ اللَّهِ), bertahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ), dan bertakbir (اللَّهُ أَكْبَرُ) masing-masing sebanyak tiga puluh tiga kali sehingga jumlah keseluruhannya adalah sembilan puluh sembilan kali. Dalillnya adalah hadits riwayat Al Bukhari (843) dan Muslim (595) dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , dan Muslim (1006) dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu.

Setelah itu menggenapkan jumlah sembilan puluh sembilan tadi menjadi seratus dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَه،ُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

[HR Muslim (597) dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu .]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga menganjurkan kita untuk membaca ayat Kursi yang berbunyi:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

[HR An Nasa`i di kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah (100) dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu . Hadits hasan.]

Selain itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menganjurkan untuk membaca Al Mu’awwidzatan, yaitu surat Al Falaq dan surat An Naas, berdasarkan hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقرأ بالمعوذتين في دبر كل صلاة

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkanku untuk membaca Al Mu’awwidzatan (yaitu surat Al Falaq dan surat An Naas) setiap selesai shalat.” [HR At Tirmidzi (2903) dan Abu Daud (1523]. Hadits shahih]

Demikianlah beberapa bentuk zikir seusai shalat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم .

وبالله التوفيق

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !