Bismillahirrahmanirrahim | Berkata Abdullah ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: "Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun yang baru melainkan mereka pasti akan membuat bid'ah baru dan mematikan sunnah sehingga hiduplah bid'ah dan matilah sunnah." Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah di dalam kitab Al Bida' wan Nahyu 'anha | Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullahu ta'ala: "Bid'ah lebih disukai Iblis daripada maksiat karena maksiat akan ditaubati sedangkan bid'ah tidak akan ditaubati." Diriwayatkan oleh Al Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah (1/216) | Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullahu ta'ala: "Barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ulama Yahudi dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan ahli ibadah Nasrani." |

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 257

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Kenapa di dalam Al Qur`an pada ayat (اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ) Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan kata “azh zhulumat” dalam bentuk jamak sedangkan kata “an nur” dalam bentuk mufrad (tunggal)? Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullah.

Yang dimaksud dengan “an nur” atau cahaya adalah petunjuk dan yang dimaksud dengan “azh zhulumat” atau kegelapan adalah kesesatan. Demikian dikatakan oleh Syeikh Muhammad Amin Asy Syinqithi di dalam kitab Adhwaul Bayan.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: “Oleh karena ini, maka Allah ta’ala menunggalkan lafazh “an nur” dan menjamakkan “azh zhulumat” karena kebenaran itu satu dan kekufuran itu banyak jenisnya dan seluruhnya adalah batil sebagaimana firman Allah:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwasanya (yang Kuperintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Demikian itu diperintahkan Allah agar kalian bertakwa.” [QS Al An’am: 153]

Sampai pada perkataan beliau: “ … dan ayat-ayat lainnya yang lafazhnya menunjukkan akan tunggalnya al haq (kebenaran) dan tersebarnya kebatilan, keterasingannya, dan banyaknya jenisnya.” Selesai ucapan Ibnu Katsir rahimahullah dari tafsir surat Al Baqarah ayat 257.

وبالله التوفيق

Jumlah tampilan:



Anda memiliki tugas menerjemahkan artikel berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya? Kunjungi TransRisalah : Jasa Pengetikan dan Terjemah Bahasa Arab-Indonesia !